Pasang Iklan Gratis Tayang Di Google

Mau bisnis Kamu Di Kenal banyak Orang? Pasang iklan bisnismu sekarang! Tanpa Daftar Langsung Tampil Di google!

+ Buat Iklan+ Iklan Baris

Advertisement

Masjid Istiqlal Jakarta

Daftar Isi (toc)

Diterbitkan Oleh HEINDONESIA.ID - Informasi lokasi Masjid Istiqlal Jakarta? Temukan sejarah dan lokasi masjid terdekat dari lokasi saya sekarang disini. Situs ini akan membantu anda yang sedang mencari masjid terdekat di jakarta yang bisa abda gunakan untuk menjalankan ibadah atau sekedar berwisata religi.

Masjid Istiqlal Jakarta

Lokasi Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal merupakan masjid negara Indonesia, yaitu masjid yang mewakili umat muslim Indonesia. Karena menyandang status terhormat ini maka masjid ini harus dapat menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sekaligus menggambarkan semangat perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Masjid ini dibangun sebagai ungkapan dan wujud dari rasa syukur bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam, atas berkat dan rahmat Allah SWT yang telah menganugerahkan nikmat kemerdekaan, terbebas dari cengkraman penjajah. Karena itulah masjid ini dinamakan "Istiqlal" yang dalam bahasa Arab berarti "Merdeka"

Masjid Nasional Negara Republik Indonesia

Masjid Istiqlal (arti harfiah: Masjid Merdeka) adalah masjid nasional negara Republik Indonesia yang terletak di bekas Taman Wilhelmina, di Timur Laut Lapangan Medan Merdeka yang di tengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas), di pusat ibukota Jakarta. Di seberang Timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Imam besarnya adalah Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. dan Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal sekarang adalah Laksma (Purn) H. Asep Saefuddin

Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Ir. Soekarno. Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Istiqlal dilakukan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1951. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan.

Kapasitas Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Bangunan utama itu dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut Selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari 200.000 jamaah.

Selain digunakan sebagai aktivitas ibadah umat Islam, masjid ini juga digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia, aktivitas sosial, dan kegiatan umum. Masjid ini juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Kebanyakan wisatawan yang berkunjung umumnya wisatawan domestik di samping sebagian wisatawan asing yang beragama Islam. Masyarakat non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini setelah sebelumnya mendapat pembekalan informasi mengenai Islam dan Masjid Istiqlal, meskipun bagian yang boleh dikunjungi kaum non-Muslim terbatas dan harus didampingi pemandu.

Pada tiap hari besar Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi Muhammad serta Isra dan Mi'raj, Presiden Republik Indonesia selalu mengadakan kegiatan keagamaan di masjid ini yang disiarkan secara langsung melalui televisi nasional (TVRI) dan sebagian televisi swasta

Sejarah Masjid Istiqlal Jakarta

Setelah perang kemerdekaan Indonesia, mulai berkembang gagasan besar untuk mendirikan masjid nasional. Ide pembangunan masjid tercetus setelah empat tahun proklamasi kemerdekaan. Gagasan pembangunan masjid kenegaraan ini sejalan dengan tradisi bangsa Indonesia yang sejak zaman kerajaan purba pernah membangun bangunan monumental keagamaan yang melambangkan kejayaan negara. Misalnya pada zaman kerajaan Hindu-Buddha bangsa Indonesia telah berjaya membangun candi Borobudur dan Prambanan. Karena itulah pada masa kemerdekaan Indonesia terbit gagasan membangun masjid agung yang megah dan pantas menyandang predikat sebagai masjid negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Pada tahun 1950, KH. Wahid Hasyim yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia dan H. Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di Deca Park, sebuah gedung pertemuan di jalan Merdeka Utara, tidak jauh dari Istana Merdeka. Pertemuan dipimpin oleh KH. Taufiqurrahman, yang membahas rencana pembangunan masjid. Gedung pertemuan yang bersebelahan dengan Istana Merdeka itu, kini tinggal sejarah. Deca Park dan beberapa gedung lainnya tergusur saat proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas) dimulai.

Pada pertemuan di gedung Deca Park tersebut, secara mufakat disepakati H. Anwar Tjokroaminoto sebagai ketua Yayasan Masjid Istiqlal. Dia juga ditunjuk secara mufakat sebagai ketua panitia pembangunan Masjid Istiqlal meskipun dia terlambat hadir karena baru kembali ke tanah air setelah bertugas sebagai delegasi Indonesia ke Jepang membicarakan masalah pampasan perang saat itu.

Pada tahun 1953, Panita Pembangunan Masjid Istiqlal, melaporkan rencana pembangunan masjid itu kepada kepala negara. Presiden Soekarno menyambut baik rencana tersebut, bahkan akan membantu sepenuhnya pembangunan Masjid Istiqlal. Kemudian Yayasan Masjid Istiqlal disahkan dihadapan notaris Eliza Pondaag pada tanggal 7 Desember 1954.

Presiden Soekarno mulai aktif dalam proyek pembangunan Masjid Istiqlal sejak dia ditunjuk sebagai Ketua Dewan Juri dalam Sayembara maket Masjid Istiqlal yang diumumkan melalui surat kabar dan media lainnya pada tanggal 22 Februari 1955. Melalui pengumuman tersebut, para arsitek baik perorangan maupun kelembagaan diundang untuk turut serta dalam sayembara itu.

Terjadi perbedaan pendapat mengenai rencana lokasi pembangunan Masjid Istiqlal. Ir. H. Mohammad Hatta (Wakil Presiden RI) berpendapat bahwa lokasi yang paling tepat untuk pembangunan Masjid Istiqlal tersebut adalah di Jl. Moh. Husni Thamrin yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Dengan pertimbangan lokasi tersebut berada di lingkungan masyarakat Muslim dan waktu itu belum ada bangunan di atasnya.

Sementara itu, Ir. Soekarno (Presiden RI saat itu) mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang di dalamnya terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka. Hal ini sesuai dengan simbol kekuasaan keraton di Pulau Jawa dan daerah-daerah di Indonesia bahwa masjid harus selalu berdekatan dengan kraton atau dekat dengan alun-alun,[4] dan Taman Medan Merdeka dianggap sebagai alun-alun Ibu Kota Jakarta. Selain itu Soekarno juga menghendaki masjid negara Indonesia ini berdampingan dengan Gereja Katedral Jakarta untuk melambangkan semangat persaudaraan, persatuan dan toleransi beragama sesuai Pancasila.

Pendapat H. Moh. Hatta tersebut akan lebih hemat karena tidak akan mengeluarkan biaya untuk penggusuran bangunan-bangunan yang ada di atas dan di sekitar lokasi. Namun, setelah dilakukan musyawarah, akhirnya ditetapkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina. Untuk memberi tempat bagi masjid ini, bekas benteng Belanda yaitu benteng Prins Frederick yang dibangun pada tahun 1837 dibongkar

Gaya Arsitektur Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid ini bergaya arsitektur Islam modern internasional, yaitu menerapkan bentuk-bentuk geometri sederhana seperti kubus, persegi, dan kubah bola, dalam ukuran raksasa untuk menimbulkan kesan agung dan monumental. Bahannya pun dipilih yang besifat kokoh, netral, sederhana, dan minimalis, yaitu marmer putih dan baja antikarat (stainless steel). Ragam hias ornamen masjid pun bersifat sederhana namun elegan, yaitu pola geometris berupa ornamen logam krawangan (kerangka logam berlubang) berpola lingkaran, kubus, atau persegi. Ornamen-ornamen ini selain berfungsi sabagai penyekat, jendela, atau lubang udara, juga berfungsi sebagai unsur estetik dari bangunan ini. Krawangan dari baja ini ditempatkan sebagai jendela, lubang angin, atau ornamen koridor masjid. Pagar langkan di tepi balkon setiap lantainya serta pagar tangga pun terbuat dari baja antikarat. Langit-langit masjid dan bagian dalam kubah pun dilapisi kerangka baja antikarat. Dua belas pilar utama penyangga kubah pun dilapisi lempengan baja antikarat.

Karena bangunan yang begitu besar dan luas, jika memanfaatkan seluruh permukaan lantai di semua bagian bangunan, masjid ini dapat menampung maksimal sekitar 200.000 jamaah, meskipun demikian kapasitas ideal masjid ini adalah sekitar 120.000 jamaah. Masjid ini mempunyai arsitektur yang bergaya modern. Jamaah dan wisatawan yang berkunjung ke masjid ini dapat melihat konstruksi kokoh bangunan masjid yang didominasi oleh batuan marmer pada tiang-tiang, lantai, dinding dan tangga serta baja antikarat pada tiang utama, kubah, puncak menara, plafon, dinding, pintu krawangan, tempat wudhu, dan pagar keliling halaman.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Istiqlal juga merupakan objek wisata religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, jamaah dan wisatawan dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur Indonesia, Timur Tengah, dan Eropa. Arsitektur Indonesia tampak pada bangunan yang bersifat terbuka dengan memungkinkan sirkulasi udara alami sesuai dengan iklim tropis serta letak masjid yang berdekatan dengan bangunan pusat pemerintahan. Kemudian pada bagian dalam kubah masjid yang berhiaskan kaligrafi merupakan hasil adopsi arsitektur Timur Tengah. Masjid ini juga dipengaruhi gaya arsitektur Barat, sebagaimana terlihat dari bentuk tiang dan dinding yang kokoh

Arsitektur Masjid Istiqlal juga menampilkan pendekatan yang unik terhadap berbagai serapan budaya dalam komposisi yang harmonis. Perpaduan itu menunjukkan kuatnya pemahaman yang menghargai berbagai budaya dari masyarakat yang berbeda, yang ditempatkan sebagai potensi untuk membangun harmoni dan toleransi antar umat beragama, dalam rangka membina kesatuan dan persatuan bangsa.

Beberapa kalangan menganggap arsitektur Islam modern Timur Tengah masjid Istiqlal berupa kubah besar dan menara terlalu bersifat Arab dan modern, sehingga terlepas dari kaitan harmoni dan warisan tradisi arsitektur Islam Nusantara tradisional Indonesia. Mungkin sebagai jawabannya mantan presiden Suharto melalui Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila menyeponsori pembangunan berbagai masjid beratap limas tingkat tiga bergaya tradisional masjid Jawa.

Ide Pendirian Masjid Masjid Istiqlal Jakarta

Ide pembangunan masjid tercetus setelah empat tahun proklamasi kemerdekaan. Pada tahun 1950, KH. Wahid Hasyim yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Agama RI dan H. Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di Deca Park, sebuah gedung pertemuan di jalan Merdeka Utara, tidak jauh dari Istana Merdeka. Pertemuan dipimpin oleh KH. Taufiqurrahman, yang membahas rencana pembangunan masjid.

Gedung pertemuan yang bersebelahan dengan Istana Merdeka itu, kini tinggal sejarah. Deca Park dan beberapa gedung lainnya tergusur saat proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas) dimulai.

Masjid tersebut disepakati akan diberi nama Istiqlal. Secara harfiah, kata Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang berarti: kebebasan, lepas atau kemerdekaan, yang secara istilah menggambarkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat berupa kemerdekaan bangsa.

Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal Jakarta

Terjadi perbedaan pendapat mengenai rencana lokasi pembangunan Masjid Istiqlal. Ir.H. Mohammad Hatta (Wakil Presiden RI) berpendapat bahwa lokasi yang paling tepat untuk pembangunan Masjid Istiqlal tersebut adalah di Jl. Moh. Husni Thamrin yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Dengan pertimbangan lokasi tersebut berada di lingkungan masyarakat Muslim dan waktu itu belum ada bangunan di atasnya.

Sementara itu, Ir. Soekarno (Presiden RI) mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang di bawahnya terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka. Hal ini sesuai dengan simbol kekuasaan kraton di Jawa dan daerah-daerah di Indonesia bahwa masjid selalu berdekatan dengan kraton.

Pendapat H. Moh. Hatta tersebut akan lebih hemat karena tidak akan mengeluarkan biaya untuk penggusuran bangunan-bangunan yang ada di atas dan di sekitar lokasi. Namun, setelah dilakukan musyawarah, akhirnya ditetapkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina bekas benteng Belanda.

Peresmian Masjid Istiqlal Jakarta

Tujuh belas tahun kemudian, Masjid Istiqlal selesai dibangun. Dimulai pada tanggal 24 Agustus 1961, dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978, ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam.

Pencarian Terkait Masjid Istiqlal Jakarta

#masjid jakarta #masjid jakarta timur #masjid jakarta utara #masjid jakarta pusat #masjid jakarta selatan #masjid jakarta barat #jual karpet masjid jakarta #jam digital masjid jakarta #karpet masjid jakarta #lowongan imam masjid jakarta 2020 #tidur di masjid jakarta #lowongan imam masjid jakarta 2019 #jasa cuci karpet masjid jakarta #lowongan kerja di masjid jakarta #jasa kaligrafi masjid jakarta #jasa cuci karpet masjid jakarta timur #jual karpet masjid jakarta selatan #lowongan marbot masjid jakarta #jual karpet masjid jakarta timur #buka puasa di masjid jakarta #jual mimbar masjid jakarta #jual karpet masjid jakarta utara #jual jam digital masjid jakarta #kontraktor kubah masjid jakarta #servis jam digital masjid jakarta #jual karpet masjid jakarta daerah khusus ibukota jakarta #gambar masjid jakarta #jual kubah masjid jakarta #jual karpet masjid jakarta barat #toko online karpet masjid jakarta #masjid jakarta garden city #harga karpet masjid jakarta #beli karpet masjid jakarta #service jam digital masjid jakarta #jual kubah masjid jakarta barat #jual karpet masjid dan jam digital masjid jakarta bekasi turki roll tebal polos tebal harga murah #karpet untuk masjid jakarta #masjid jakarta 24 jam #wisata masjid jakarta #jasa pembuatan kubah masjid jasa pembuatan kubah masjid jakarta kontraktor kubah masjid kubah masjid terbaik kubah masjid murah kubah masjid stainless jual kubah masjid kubah masjid harga harga kubah masjid dudukan kubah masjid kubah masjid galvalum kubah masjid bahan enamel harga kubah masjid galvalum harga kubah masjid ukuran kecil kubah masjid berbentuk setengah bola kubah mashid baja ringan kubah masjid beton jasa pembuatan kubah masjid jakarta #wedding venue masjid jakarta #grosir karpet masjid jakarta #jasa pembuatan kubah masjid jakarta #harga sajadah masjid jakarta #itikaf masjid jakarta #jual jam digital masjid jakarta timur #jam digital masjid jakarta barat #penjual jam digital masjid jakarta #jual kubah masjid jakarta utara #jual kubah masjid jakarta pusat #pusat karpet masjid jakarta #pembuat kubah masjid jakarta #jual bedug masjid jakarta #jual karpet masjid dan jam digital masjid jakarta bekasi turkey roll tebal polos tebal harga murah #masjid jakarta islamic centre #jual kubah masjid jakarta timur #harga kubah masjid jakarta #jam digital masjid jakarta selatan #daftar harga karpet masjid jakarta #kubah masjid jakarta #remaja masjid jakarta #ceramah masjid jakarta #masjid jakarta islamic center #toko penjual karpet masjid jakarta #sewa karpet masjid jakarta #jual kubah masjid jakarta selatan #paket pernikahan murah di masjid jakarta #produsen kubah masjid jakarta #masjid istiqlal jakarta #gambar masjid istiqlal jakarta #perancang masjid istiqlal jakarta adalah #imam masjid istiqlal jakarta #foto masjid istiqlal jakarta #hotel dekat masjid istiqlal jakarta #masjid istiqlal jakarta hari ini #masjid istiqlal jakarta pusat #sejarah masjid istiqlal jakarta #alamat masjid istiqlal jakarta #sejarah singkat masjid istiqlal jakarta #arsitek masjid istiqlal jakarta #imam besar masjid istiqlal jakarta #penginapan dekat masjid istiqlal jakarta #hotel murah dekat masjid istiqlal jakarta #hotel sekitar masjid istiqlal jakarta #renovasi masjid istiqlal jakarta #alamat masjid istiqlal jakarta pusat #kubah masjid istiqlal jakarta #penginapan murah dekat masjid istiqlal jakarta #khutbah idul adha masjid istiqlal jakarta #arsitek masjid istiqlal jakarta adalah #masjid istiqlal jakarta dan sejarahnya #masjid istiqlal jakarta dirancang oleh seorang arsitek yang bernama #masjid istiqlal jakarta photo #masjid istiqlal jakarta dimana #masjid istiqlal jakarta sudah dibuka #masjid istiqlal jakarta setelah renovasi #profil masjid istiqlal jakarta #asal mula masjid istiqlal jakarta #sholat idul fitri 1433 h di masjid istiqlal jakarta #lampu masjid istiqlal jakarta #kost dekat masjid istiqlal jakarta

https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m18!1m12!1m3!1d3966.7055706775636!2d106.82920131499768!3d-6.170164662184648!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m3!1m2!1s0x2e69f5ce68b5e01d%3A0xcafaf042d5840c6c!2sIstiqlal%20Mosque!5e0!3m2!1sen!2sid!4v1642483751888!5m2!1sen!2sid
Hubungi Telpon
(ads2)
PERHATIAN!
Semua data di atas adalah data terakhir yang valid saat artikel tentang Masjid Istiqlal Jakarta ini dibuat. Sumber artikel ini berasal dari data https://www.google.co.id/maps dan berbagai sumber lainnya. Perlu diketahui bahwa kami tidak menyarankan atau merekomendasikan anda untuk mengklik dan mengikuti dari segala link keluar yang terdapat di situs ini. Situsheindonesia.id tidak bertanggung jawab atas Segala resiko transaksi. Artikel ini dibuat dengan tujuan mempermudah pembaca dalam mencari informasi terkait Masjid Terdekat. Tetap bijak dan selalu berhati - hati dalam bertransaksi.
(alert-warning)
MAU DONASI? Donasi Via Paypal untuk traktir secangkir kopi publisher kami agar lebih semangat. Terima kasih.

Forum Tanya Jawab

0 Pengguna
* Mohon Jangan Spam link Disini. Semua Komentar akan ditinjau oleh Admin

Top Post Ad

Below Post Ad

Comments

Terbaru Di Heindonesia