Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekilas Tentang Tempat Ini

Tifaniadelia.com - Membalas Hinaan Dengan Prestasi .

Yang Dulu Menghinaku Sekarang Jadi Anak Buahku (Hikmah Kisah Nyata)

Kisah inia aku bagikan berdasarkan pengalaman seseorang cowok yaitu seorang teman lama yang sudah lama tidak q temui selama bertahun-tahun belakangan ini, sudah 7 tahun semenjak tahun 2013 lalu. Tahun 2020 ini aq bertemu dengannya dan penampilannya pun sangat berbeda.

Ilustrasi : Gambar oleh R A dari Pixabay 


Dengan badannya yang jauh lebih tegap dan aq ngerasa kalau dia jauh lebih mapan. Dan benar saja dia terakhir kali ketemu di tahun 2013, dia ternyata berangkat ke Korea selama  tahun, dan sejak waktu itu memang aku kehilangan kontak sama dia.

Singkat cerita sekarang dia sudah mempunyai usaha rental mobil, toko mebel, bengkel dan juga konter handphone, ya meskipun selama covid-19 ini sih sempat off bisnisnya.

Ada satu kisah yang menarik dari si Yoga ini, Yoga adalah orang yang lahir dari kampung di jawa dan pelosok sekali. Selain itu dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dulu dia sering kali di ledekin teman-teman gara-gara motor saja gak punya.

Ada salah satu orang yang berasal dari kampung yang sama, aku juga kenal sama orang itu, sebut saja dia vano (inisial). Dia memang lahir dari orang kaya namun sifatnya memang agak angkuh. Dia dulu sering traktir temen-temen cewek termasuk tifani, dan setiap yoga ada katanya "Yoga gak  usah ikut aja".

Vano ini dulu memang orang gengsian dan suka ngrendahin temen yang sekiranya ga selevel sama dia, sering banget ngledeki si Yoga namun yoga masih aja diem dan senyum-senyum setiap di ledekin dulu.

Dan pada saat pertemuan kemarin aku nanya sama yoga :

" Kenapa kamu bisa se sukses ini sekarang ga? "

Dan satu jawaban yang dia sambil ketawa tapi arti yang sangat dalam

Dia bilang " aku begini karena dulu sering direndahin"

Aku pun ngelihatin dia, sambil aku bercandain " masaaakkk ..?"

Dan ternyata dia menjawabnya dengan serius

" aku sakit hati setiap kali dulu dibilang gak pantas bareng-bareng sama kalian"

Aku menyela " emang aku pernah ngelarang?"

Dia menjawab "bukan kamu, tapi temen kamu"

dia melanjutkan ucapannya " aku sakit hati karena dulu setiap deketin cewek kaya ga dianggap, sama orang-orang dipandang sebelah mata, bahkan sama tetangga aja aku gak pernah dihormati seperti orang lain yang lebih terpandang, itu sakit fan "

Aku pun terdiam dan aku baru sadar meskipun aku tahu dulu ada sebagian dari teman yang mungkin niatnya bercanda namun justru menyakiti perasaan seseorang.

Dan akupun lanjut bertanya " Terus itu semua bisa bikin kamu kaya gini? bukannya kamu kaya gini karena kerja keras kamu?"

Dia pun menjawab " Aku gak akan pernah sekeras ini pada diriku kalau dulu ga pernah direndahin."

Aku menjawabnya " Ya udah lah... lagian semua kan ada hikmahnya Ga."

Dia menjawab "Iya, aku malahan berterima kasih, karena ada orang-orang yang membuatku nekat, aku waktu terakhir ketemu dulu tu lagi ngumpulin modal buat ke luar negeri"

Aku menjawab " Kok kamu dulu gak bilang?"

Dia menjawab "Jangankan kamu, orang tua q aja gak q bilangin."

Aku menjawab "hloh kok gitu?"

Dia menjawab " Iya jadi setelah modal kekumpul aku baru bilang mau ikut LPK yang buat ke Korea, dan waktu itu waktunya mepet aku juga bilangnya"

Dia melanjutkan " Dan aku juga gak pamit sama selain keluargaku, jadi Ibu Bapak sama adek yang tahu, orang lain gak boleh q kasih tahu, ya meskipun setelah satu tahun ketahuan juga"

Aku Menjawab " Kok Gitu?"

Dua Menjawab " Ya karena aku mau kasih kejutan sama semua orang yang udah ngrendahin ku selama ini, kalau aku bisa berubah, terutama si vano, oh ya dia sekarang kerja di tempatku, hehehe" dia ketawa lucu

Aku menjawab " Masak sih?"

Dia Menjawab " Iyaa.. Serius"

Aku Bertanya " Emang Kamu Dendam sama orang-orang yang dulu ngehina kamu?

Dia Menjawab " Dulu sih iya, tapi sekarang udah enggak, mungkin aku dulu  baperan banget"

Aku Menjawab " Syukurlah, jangan keterusan kalau dendam, jadinya ntar kamu nyiksa diri sendiri lagi"

Aku ngobrol banyak banget sama yoga kemarin dan banyak banget perubahan hidupnya. Yang menghina dia aja sekarang malah kerja di bengkel milik dia.

Palajaran yang bisa diambil sih ternyata entah itu bercanda atau serius, omongan kita yang ngerendahin itu bener2 bisa bikin orang sakit hati.

Dan malu juga kan misalkan orang yang kamu hina atau rendahin suatu saat ternyata jadi orang yang sukses, dan ketemu kita yang dalam keadaan kurang baik.

Intinya sih sama siapapun kita jangan sampai ngerendahin, harus kita hormati apalagi cuma karena beda status. Dan aku sih lebih suka orang yang seperti yoga ini, yang memanfaatkan sakit hatinya untuk menjadi lebih sukses. Gak semua orang yang disakiti akan berontak menjadi lebih sukses, ada malahan orang yang makin terpuruk karena direndahin atau dihina orang.

Jadi intinya adalah "  Balaslah hinaan orang dengan prestasi yang terbaik "


Baca Juga : Tips Dan Motivasi

Posting Komentar untuk "Membalas Hinaan Dengan Prestasi (Hikmah Kisah Nyata)"