Yogyakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian-RI) saat ini telah mencanangkan program pemberdayaan ekonomi pesantren dengan berbasis digital. Program ekonomi pesantren berbasis digital ini juga menggandeng dan bekerjasama dengan ormas -ormas Islam di Indonesia , salah satunya adalah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam merealisasikan program ekonomi pesantren digital tersebut akan di bentuk suatu program yaitu dengan Kartu Santri atau Kartu Pelajar NU, Kios WarNU, dan Jawara (Jajanan Warga) berbasis digital. "Tegas KH. Eman Suryaman selaku Ketua Bidang Ekonomi PBNU".

Wiyanto, yang juga Ketua Bidang Tenaga Kerja Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Juga menegaskan bahwa pihaknya diamanahkan menjalankan program tersebut di wilayah Jawa Timur. Di dalam kegiatan program tersebut pihaknya akan melaksanakan roadshow ke pesantren-pesantren di Di Jawa Timur dan pada khususnya di Madura.

"Di Jawa Timur, kami akan roadshow dalam waktu dekat ke pesantren-pesantren, bertemu kiyai di Jawa Timur khususnya Madura" Kata Wiyanto Kawiriyan, yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Pedagang Kelontong Sumenep Indonesia (DPP PPKSI).

Wiyanto juga menyampaikan, bahwa harapannya santri semakin banyak yang tidak hanya belajar Agama saja, namun juga belajar dan sukses dalam hal kewirausahaan. Selain itu juga pesantren ke depan menjadi lokomotif perekonomian nasional yang pada khususnya di kalangan nahdliyin. Ekonomi digital ini akan dapat semakin berkembang dikalangan santri dan pondok pesantren di Jawa Timur yang jumlah pondok pesantrennya sangat banyak, demikian kata Ketua bidang Tenaga Kerja PP AMPG ini.

Sumber : https://ppksi.com/

0Comments

Previous Post Next Post